DAERAH

Sambut Hari Aid Se- Dunia, Pertamina EP Subang berkomitmen Ikut Cegah HIV- AIDS

SUBANG – Menyambut hari AIDS Sedunia, Pertamina EP Asset 3 Subang Field terus berkomitmen melakukan upaya penanggulangan/ Pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Subang.

Exploration &New Discoveery Project Director PT pertamina EP di sela sela peringatan Hari AID Sedunia Achmad Alfian Husein, mengungkapkan,” Melalui program CSR Pertamina EP Asset 3 Subang Field, Pertamina mencoba mendirikan Saung Edukasi Pencegahan HIV/AIDS untuk warga masyarakat Subang khususnya warga Pantura” ujarnya, Sabtu sore (1/12/2018)

Menurutnya program Saung Edukasi Pencegahan HIV/AIDS yqng didirikan di Desa Sukareja Kec.Sukasari Subang merupakan salah satu kepedulian Pertamina sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS

“Saat ini jumlah penderita HIV/AIDS Subang mencapai 1.760 orang bahkan 30% sudah meninggal dunia akibat virus mematikan tersebut dan yang paling miris lagi, dari 1.760 penderita, 104 orang penderita diantaranya usia anak-anak”kata Achmad Alfian Husein Exploration &New Discovery Project Director PT Pertamina EP

Untuk itu dikatakan Ahmad Alfian Husein Pertamina hadir disini untuk membantu pencegahan HIV/AIDS di Subang yang semakin tahun semakin meningkat jumlahnya.

“Tentu Pertamina harus hadir disini dan program ini bisa terus ditingkatkan agar semakin tumbuh dan berkembang serta harapannya makin lama penderita AIDS makin berkurang dan Pertamina juga membantu memberi sangat hidup kepada penderita HIV/AIDS lewat berbagai keterampilan”tandasnya

Mudah-mudahan dengan Saung Edukasi Pencegahan HIV/AIDS, bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS

“Saung Edukasi pencegahan HIV/AIDS merupakan bentuk dari kepedulian harapan terwujudnya sinergi antara masyarakat, PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field, dan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus HIV/AIDS yang mulai mengancam segala lapisan masyarakat,” katanya.

Sementara dari Dinas kesehatan Kabupaten Subang Wata, mengungkapkan,” jumlah pederita HIV/AID sampai akhir bulan juni 2018 sebanyak 1.766 orang, dari jumlah tersebut kebanyakan usia produktif, artinya usia 20 sampai usia 39 tahun, kalau kita melihat usia seperti ini, artinya prilaku dari penularan ini semakin tinggi,” ungkapnya.

“Harapannya tentu tida mebjadi stagma dimasyarakat, yang ke dua kasusnya tidak bertambah dan yang ke tiga mereka bisa pengobatan dengan baik,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top