PERISTIWA

Fenomena ‘Jeritan’ Manuk Incuing Sebelum Tragedi Wado yang Tewaskan 29 Orang

Fenomena tak biasa

WARTASUBANG.COM, SUBANG – Fenomena tak biasa terjadi beberapa hari sebelum laka maut terjadi di Wado Sumedang yang merengut 29 nyawa warga Subang.

Ibu Wati , warga Cimanggu mendengar burung atau manuk yang menjerit tak biasanya yang disebut warga ada di sekitar perbatasan desa Cimanggu dan desa Pakuhaji kecamatan Cisalak kabupaten Subang.

“Hari hari itumah ia suara manuk incuing terdengar agak ramai saling balas, padahal biasanya hanya terdengar tak ramai, saya juga ditanya suami, kenapa ramai sekali suara manuk incuing itu,” ucap Lina.

Warga lainpun mengungkap hal yang sama, Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Sunda Terdahulu suara burung dengan suara keras itu sering disebut tanda bakal adanya kematian.

Seperti diketahui, laka lantas terjadi pada Bus Sri Padma Kencana yang diduga alami rem blong di tanjakan Cae Desa Sukajadi Kecamatan Wado kabupaten Sumedang.

Korban rata-rata warga desa Pakuhaji dan dibenarkan oleh Kepala Desa Pakuhaji Asep Komarudin, belum lama ini.

“Iya hampir 90 persen warga desa Pakuhaji yang menjadi korban meninggal dunia, minta doanya mudah-mudahan diterima di sisi Alloh SWT,” ucap Asep kepada awak media.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top