PERISTIWA

Intensitas Hujan Yang Sangat Tinggi, Gunung Kujang di Desa Cijambe 2 Kali Terjadi Longsor

Curah hujan tinggi

WARTASUBANG.COM, CIJAMBE – Akibat Curah hujan tinggi, sebagian area tanah milik warga yang ada di lereng gunungkujang desa Cijmbe telah terjadi longsor, terjadi 2 kali, Senin sampai dengan hari selasa, (23/03/2021)

Kepala desa Cijambe H. Didin Saepudin mengatakan bahwa, berawal dari laporan warga gunung kujang yang berbatasan dengan desa Tambakmekar, telah terjadi longsor kurang lebih 50 meter diatas lahan Perhutani dan dibawah tanah warga hampir sampai pesawahan.

“Alhamdulillah tidak ada korban, hanya sedikit menutup saluran kecil, warga dan bagian air sudah membereskan longsor yang menutup saluran tersebut,” ujar H. Didin.

Sebetulnya, kejadian longsor tersebut terjadi di dua titik dengan di kedusunan sindangpalay itu sendiri, tetapi tidak terlalu parah dan hanya sedikit.

“Dengan kejadian longsor tersebut, kami dari pemerintahan desa sudah melaporkan ke pihak muspika kecamatan dan sudah diantisipasi,” imbuhnya.

Masih kata Kepala desa Cijambe H. Didin Saepudin, dengan kejadian longsor tersebut, kami himbau, yang dibawah harus selalu waspada juga jangan ada penebangan pohon.

“Karena intensitas curah hujan yang tinggi otomatis akan terjadi longsor,” tambahnya.

Sementara itu, Bagian Teknik Kehutanan Perhutani Wasmil Wanto mengatakan bahwa, kejadian longsor didaearah Cijambe, kalau memang didaerah Perhutani itu tidak ada kegiatan apapun dan setatusnya hutan produksi terbatas (hutan sekunder).

“Kejadian longsor diluar kawasan hutan perhutani, adapun ketinggian longsor diperkirakan 10 sampai 20 meter, kejadian awalnya hari senin tetapi hanya sedikit dan terjadi susulan pada hari Selasa jam 17 sore,” ujar Wasmil.

Kemudian, Terkait dengan terjadinya banjir di Cimaung itu terjadi hari senin, tidak ada hubungannya sama sekali dan tidak menutup saluran air.

“Terjadi lonsor dusebabkan oleh intensitas hujan yang terlalu tinggi, bisa juga karena paktor alam petir menghantam pohon yang rapuh milik warga, bukan milik Perhutani,” tuturnya.

Kejadian tersebut yang ada dikawasan hutan dan kawasan lainnya sudah dilaporkan ke pihak Asper.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top