Sakola

Berprestasi dan Unggul, Ponpes Al-Jumhuriyah Tetap Diminati Warga


(Pesantren Al-Jumhuriyah)

BANDUNG- Pengaruh pergaulan modern yang tidak lepas dari arus globalisasi dan informasi di Indonesia memang mengkhawatirkan para orang tua murid, persaingan antar sekolah tak terhindarkan sehingga para pemilik sekolah swasta termasuk pesantren berjibaku keras agar tetap diminati masyarakat.

Lain halnya dengan Pondok Pesantren Al Jumhuriyah Subang, pesantren yang dipimpin Kyai Deden Jamhur ini tetap diminati para santri saat tahun ajaran 2017/2018, kualitas pendidikan dan penataan lokasi pesantren menjadi kunci keberhasilan pesantren yang dipimpin Ustadz muda ini, seperti diungkapkannya kepada WARTASUBANG.com

“Kalau murid ada sekitar 370 orang dan guru pesantren sekitar 20 orang dan kami disini masih kekurangan lokal belajar, dan pondok-pondok asrama santri juga masih sederhana, kami berharap pemerintah membantu pesantren,” ungkapnya, Rabu (8/08/2017).

Kehidupan berdisiplin menjadi ciri khas pesantren Al-Jumhuriyah salah satunya keunggulan berbahasa Arab dan Inggris, dengan fasilitas yang ada saat ini dan jumlah santri yang banyak pondok pesantren yang dibina Kyai Deden Jamhur, SH.I jebolan UIN Bandung ini tetap kekurangan sarana prasarana untuk pemondokan dan ruang kelas.

“Untuk mensiasati kekurangan kelas kami sering menggeser asrama santri menjadi kelas atau aula dan tempat lainnya, tapi Alhamdulillah santri dan para guru di pesantren ini bisa menikmati perjuangan mereka,” tuturnya.

FPP Subang Apresiasi Ponpes Al Jumhuriyah

Kesabaran Ustadz yang juga kyai kondang ini diakui masyarakat apalagi jumlah santri yang terus meningkat membuktikan kepercayaan masyarakat kepada pondok pesantren yang dipimpinnya. Hal itu diakui Sekjen Forum Pondok Pesantren (FPP) Ridwan Hartiwan saat kunjungi pesantren yang berlokasi di kampung Nagrok Desa Palasari Kecamatan Ciater kabupaten Subang.

“Menurut saya pesantren ini punya kualitas makanya santri yang datang juga banyak dari luar kota serta jumlah yang banyak sampai diangka 370 adalah bukti prestasi yang patut ditiru pesantren lainnya, disiplin dan suasana pendidikan yang memang khas pesantren representatif untuk pembinaan kader-kader pejuang Islam,” ungkapnya.

Selain itu Ridwan juga berharap Ponpes Al-Jumhuriyah bisa lebih memberdayakan para santrinya diberbagai bidang dan terus berbenah dengan meningkatkan kualitas pendidikan lebih baik lagi.

Dudi Setiadi

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top