DAERAH

Budidaya Jamur Tiram, Omset Para Petani Raih Puluhan Juata

JALANCAGAK – Selain petani, pedagang dan usaha lainnya sudah mulai melirik usaha budidaya jamur tiram, terlihat dengan semakin banyaknya para budidaya jamur, salah satunya di Desa Tambakmejar Kecamatan Jalancagak jumlah petani jamur tiram tidak kurang dari 100 petani, dengan jumlah 100 kubung jamur.

Omset perhari untuk di Desa Tambakmekar tidak kurang dari 4 ton jamur tiram, yang ditampung dari beberapa Dusun, diantaranya dari Dusun Patrol, Simpang dan Dusun Rancabogo.

Pengusaha Jamur tiram Habbib, mengatakan,” menggeluti usaha budidaya jamur tiram ini, khususnya di Desa Tambakmekar baru beberapa bulan, dalam satu kubung supa terisi 19 000 log, sementara yang sudah mulai produksi baru 6 000 log, rata rata perhari menghasilkan hamur 70- 80 kg, ya kalau digabung dengan yang di sarireja lebih dari 100 kg,” ungkapnya.

Itu baru sebagian kecil, kalu semua log sudah mulai berproduksi, penghasilan panen jamur dari 19 ribu log bisa mendapatkan 3 kintal jamur.

“Mengenai pemasaran jamur, sampai saat ini tidak ada kendala, minimal harga perkilo jamur 10 – 12 ribu,” pungkas Habib, jum’at (16/2/2020)

Sementara Petani yang merangakap pengepul jamur, Iwan mengatakan,” dari ratusan petani jamur yang ada di Desa Tambakmekar ini, setiap harinya tidak kurang dari 4 ton jamur tiram yang kita kirim ke luar kota, selain ke pasar Ciroyom, Caringin Bandung, lembang juga dikirim ke luar kota lainnya, seperti ke tangerang, Cikarang, Bekasi dan kota kota lainnya,” ungkapnya.

Upaya pemasaran keluar kota terus dilakukan, sebagai upaya kami agar para petani dan juga kami tetap bisa usaha dibidang ini, dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Sampai saat ini, alhamdulillah baik petani ataupun para pengepul/ penjual jamur tidak ada kendala dalam pemasaran jamur tiram, lancar lancar sajah,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top