DAERAH

LAK Galuh Pakuan Dengan Subang Jawara, Siap Launching Desa Digital Di 5 Desa

SUBANG – Persiapan Launching Desa Digital sudah 100 persen, dilakukan oleh Pandu Desa Digital Galuh Pakuan, Minggu (6/10/2019) malam.

Launching Desa Digital yang akan dilaksanakan di Kantor Permata Galuh Jl. Emo Kurniaatmadja BTN Ciheuleut 5A No. 47 Subang, Senin (7/10/2019), yang rencananya akan dihadiri oleh Bupati Subang Ruhimat, Unsur Forkopinda, seluruh OPD, Kepala Desa, dan para Camat se-Kabupaten Subang, perwakilan dari Pemprov Jabar, Kemenkominfo, Kemendagri Kemendes, Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Telekomunikasi Internet (BAKTI).

Desa digital yang akan di mulai besok di 5 Desa di Kabupaten Subang, diharapkan mampu mewujudkan kemandirian dan kedaulatan masyarakat desa, sesuai cita-cita dari Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi.

Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi melalui Patih Agung Galuh Pakuan Abah Wawan Renggo mengatakan, dengan desa digital nanti akan memecahkan kebuntuan signal di seluruh desa di Kabupaten Subang, sehingga mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi dari dunia terluar, sekaligus harga internet yang sangat murah.

“Permasalahan kebuntuan signal di desa-desa itu tak sanggup dilakukan oleh operator besar, besok masyarakat desa di Subang mulai bisa mengakses internet dengan mudah, cepat dan murah,” ujar Abah Renggo kepada wartawan di Subang, Minggu (6/10/2019).

Selain itu kata Abah Renggo, dengan desa digital itu, masyarakat desa akan lebih mandiri baik dari segi informasi, atau sebaliknya, bisa dengan mudah mempromosikan potensi desanya keluar, mempermudah transaksi jual beli hasil pertanian, UMKM dan semua hal yang positif bisa diakses. Sehingga kemandirian masyarakat desa itu, menjadi sebuah kadaulatan masyarakat desa dengan desa digital itu.

“Dengan desa digital itu masyarakat desa akan semakin mandiri, dan berdaulat, karena perputaran ekonomi akan semakin besar di desa, karena semua berkat akses desa digital,” tegasnya.

Bahkan menurutnya, dulunya uang pulsa dan quota internet dibawa ke luar negeri seperti ke Singapura, dan Malayasia, oleh operator besar, besok uang pulsa dan quota akan dikelola oleh masyarakat desa.

“Nanti uang dari desa itu dikelola oleh dan untuk masyarakat desa, karena uang pulsa dan quota tidak lagi dibawa ke luar negeri oleh operator besar itu,” kata Abah Renggo.

Ada yang lebih penting lagi dari desa digital ini lanjut Abah Renggo, sesuai amanat Undang-undang Desa, sistem pemerintahan desa bisa cepat terpantau oleh Camat, dan Bupati, terlebih untuk transparansi pembangunan dan penerapan anggaran desa yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan Pusat seperti BKUDK, Banprov dan Dana Desa penerapannya bisa lebih tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran, sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana korupsi di tataran aparatur desa nanti.

“Yang lebih krusial lagi dari desa digital ini, transfaransi pembangunan dan penerapan semua anggaran desa bisa terintegrasi dengan Pemerintahan Kecamatan dan Kabupaten, sehingga kedepan diharapkan tidak ada lagi yang korupsi,” tandasnya.

Untuk diketahui, bahwa desa digital ini diinisiasi oleh Raja LAK Galuh Pakuan Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, bekerjasama dengan Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Telekomunikasi Internet (BAKTI), Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK), PT Adyawinsa, PT. Icon Plus, dan Kemenkominfo.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top