DAERAH

Diduga Ada Kecurangan Di Pilkades Jalancagak, Cakades Hida M. Zulfikar Siapkan Langkah Hukum

SUBANG – Berbagai permasalahan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkades) Serentak di Kabupaten Subang meninggalkan berbagai masalah dugaan kecurangan dan dugaan pelanggaran. Diantaranya adanya dugaan penggelembungan suara. Seperti yang yang terjadi di Desa Jalancagak Kecamatan Jalancagak.

Penasehat hukum Calon Kepala Desa Jalancagak Nomor Urut 5 R. Hida Zulfikar” Iin Achmad Riza, SH, MH, mengungkapkan,” ada keberatan saksi dari kliennya yang mempertanyakan selisih surat suara di TPS 1. Dalam Berita Acara di TPS 1 tercatat jumlah Surat Suara yang Terpakai sebanyak 2.752 surat suara. Sedangkan dalam rincian tercatat suara sah sebanyak 2.721‎ suara dan suara tidak sah sebanyak 40 suara dengan total sebanyak 2.761 suara. “Ini ada selisih kelebihan 9 suara. Dari mana itu?Kemudian oleh para saksi dipertanyakan. Dengan meminta jumlah surat suara yang ada dalam kotak dihitung,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (9/12/2018).

Sayangnya Panita Pilkades malah langsung mengesahkannya dengan perolehan suara antara kliennya dengan selisih perolehan 3 suara. Waktu saksi-saksi dari pihak kliennya melakukan walkout dan tidak menandatangani hasil perolehan suara. “Padahal menurut Perbup Nomor 75 tahun 2018 pasal 66 ayat (9), keberatan saksi bisa diterima dan ditindalanjuti seketika itu juga,” katanya lagi.

Alasan Panita Pilkades untuk langsung mengesahkan berdasarkan arahan dari Wakapolres dan Camat Jalancagak.

Secara terpisah menurut salah seorang Panitia Pilkades, Imam Subarkah menyebutkan bahwa pihaknya sebenarnya waktu itu sudah berusaha mencari penyebab adanya selisih 9 suara itu.
Ketika akan dicari penyebabnya tidak diberikan kesempatan. Itu pun kelebihan 9 suara itu berdasarkan hasil secara teli. Mungkin pada waktu ada kesalahan atau tertulis 2 kali. Waktu tidak sempat diperbaiki. Karena terus-terusan adu argumen antar saksi calon. Akhirnya kami membuat Berita Acara sesuai apa yang ada saja. Untuk pembuktiannya silahkan saja nanti di pengadilan,” jelasnya.

Mengenai permintaan dibukanya kotak suara kata Imam sebenarnya dirinya yang meminta untuk dibuka untuk dilakukan pembetulan. “Sebanrnya yang meminta dibuka kotak suara itu saya. Untuk pembentulan. Karena saksi dari nomor 3 yang tidak mau (dibuka kotak suara) dengan berbagai argumen. Akhirnya ,” jelasnya.

Kemudian dia menyebutkan bahwa prosedur pemungutan dan perhitungan suara sudah benar. “Secara teknis pemungutan suara dan perhitungan itu sudah benar,” tegasnya.

Kemudian dia menjelaskan bahwa antara pemilih yang hadir dan surat suara yang digunakan sudah sama yaitu 2.752. “Tapi suara sah dan tidak sah kok beda dengan jumlah yang hadir? Namun sayangnya ketika mau dicocokkan terkendala oleh kotak suara yang tidak boleh dibuka kembali,” ungkapnya.

Lalu kata dia apabila ada pihak-pihak yang keberatan, pihak Panitia Pikades siap memberikan penjelasan.
Mengenai kotak suara yang dipermasalahkan, kata Imam saat ini disimpan di Kantor Polsek dalam keadaan tersegel. “Dengan dijaga oleh aparat Kepolisian, Sat Pol PP dan Linmas,” katanya.

Kata Iin langkah hukum kliennya ialah menyampaikan surat keberatan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Subang. “Nanti kita menunggu arahan dari Dinas Pemdes bagaimana selanjutnya apakah diselesaikan di Pemdes atau akan menuju pengadilan? Kita lihat nanti, ya,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wartasubang.com adalah media online yang menyajikan berita peristiwa, politik dan hal unik yang terjadi di Kabupaten Subang dan sekitarnya

Untuk informasi lebih lanjut hubungi redaksi

Copyright © 2018 Wartasubang.com - Portal Berita Subang No 1

To Top